![]() |
Acara Sharing Pengalaman terkait dengan masa Prapaskah 2025. |
Sekadau, dermagafm.com - Pertobatan Ekologis adalah tema utama dari Konferensi Wali Gereja Indonesia Komisi pengembangan sosial ekonomi yang menjadi bahan diskusi bersama seluruh umat Katolik Indonesia dalam rangka masa prapaskah menyambut Paskah 2025.
Aksi dari umat Katolik Paroki Sekadau khususnya kring Santo Benediktus yang merupakan hasil diskusi atau sharing bersama yang "menyepakati untuk tidak membawa atau menerima kantong plastik dari pasar ke rumah warga umat Katolik Kring Santo Benedictus" dan acara ini dilaksanakan pada hari Senin tanggal 17 Maret 2025.
"Sebagai gantinya setiap umat terutama ibu-ibu yang belanja diharapkan menyiapkan wadah atau tempat dari rumah untuk menyimpan belanjaan,"kata Ketua Kring Yohanes Bosko.
Diskusi atau sharing pengalaman terkait dengan tema pertobatan ekologis ini dipandu oleh penyuluh agama Katolik Nico ini mengambil bacaan Kitab Suci Perjanjian Lama yaitu Kitab Kejadian bab 1 ayat 1 sampai 28 dan diskusi atau sharing pengalaman ini diikuti oleh 40 peserta laki-laki dan perempuan Kring Santo Benedictus.
Dalam sharing pengalaman berdasarkan kitab kejadian ini, semua sepakat bahwa apa yang dialami oleh masing-masing umat dalam diskusi ini memang betul adanya jika di kampung zaman dahulu semuanya hampir serba ada diciptakan oleh Tuhan karena Tuhan menciptakan segala sesuatu dengan sungguh baik adanya.
Namun saat ini beberapa tempat sudah berubah terutama dengan kehadiran perkebunan juga penebangan pohon secara liar, PETI yang turut serta merusak keutuhan ciptaan Allah di mana masyarakat tidak bisa lagi langsung meminum air dari sungai, juga terjadinya bencana banjir yang berbeda dengan banjir berapa dekade belakangan ini.
Hal ini sampaikan oleh ibu Alusia, juga Ibu Lusia Yuni, pak Rekon, David, Nippo dan beberapa ibu dan bapak lainnya.
"Kita sepakat pada malam hari ini untuk membuat aksi nyata dalam sharing pengalaman karena kita prihatin dengan keadaan di sekitar kita ini dan sebagai bagian dari Pertobatan ekologis dalam rangka memulihkan keutuhan ciptaan Tuhan dan aksi nyata ini tadi sudah disepakati bersama untuk tidak membawa kantong plastik dari pasar ke rumah kita gunakan wadah atau tempat lain dalam rangka mengurangi kehadiran plastik,"ujar mereka.
Kepada radio Dermaga mereka berharap supaya aksi nyata ini bisa dilakukan bersama-sama umat lainnya di Paroki Sekadau dalam rangka aksi nyata pertobatan ekologis peziarahan pengharapan di tahun 2025.
Untuk diketahui bahwa sharing pengalaman rohani akan dilakukan selama lima kali berturut-turut selama 4 minggu ke depan dengan tema yang berbeda dan semua akan ditindaklanjuti dengan aksi nyata walaupun kecil tapi bisa bermanfaat buat keluarga umat Katolik khususnya dan masyarakat Sekadau pada umumnya.
Editor: PenJab Radio Dermaga Sekadau